Budaya 5S Jepang di Desa Banyuurip
Penguatan budaya hidup bersih, tertib, dan disiplin masyarakat melalui pengenalan konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) yang disesuaikan dengan kearifan lokal desa.
Penerapan Konsep 5S Jepang di Banyuurip
Ringkas
Memilah barang/peralatan yang diperlukan dan membuang/menyingkirkan yang tidak diperlukan lagi.
Memilah dokumen administrasi desa yang aktif dan arsip lama, serta membersihkan barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
Rapi
Menata dan menempatkan barang pada posisi yang jelas sehingga mudah dicari dan diambil saat dibutuhkan.
Menata alat-alat pertanian di gudang kelompok tani dan kerapian berkas di meja kerja Balai Desa Banyuurip.
Resik
Membersihkan lingkungan kerja dan tempat tinggal dari debu, kotoran, dan sampah secara rutin.
Kerja bakti gotong royong warga setiap Minggu pagi membersihkan saluran irigasi dan pekarangan rumah.
Rawat
Memehara standar kebersihan dan kerapian (Seiri, Seiton, Seiso) secara konsisten dan terus-menerus.
Pembuatan tempat sampah terpilah organik/anorganik di depan tiap rumah dan pos ronda warga.
Rajin
Membentuk kebiasaan dan kedisiplinan diri untuk mematuhi aturan dan tata tertib kebersihan secara mandiri.
Kedisiplinan perangkat desa dalam melayani warga serta kesadaran masyarakat menjaga kebersihan sarana umum.
